Thumbnail Image

Laporan Tahunan FAO ECTAD 2018: Kesehatan Hewan Untuk Kesehatan Manusia









FAO, 2020. FAO Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases. Annual report 2018 – Healthy Animals Healthy People. Jakarta. 


Also available in:

Related items

Showing items related by metadata.

  • Thumbnail Image
    Book (stand-alone)
    Alat Operasional Penilaian Risiko Bersama: Alat Bantu Operasional untuk Pedoman Zoonosis Tripartit
    Penerapan Pendekatan One Health Multi-Sektor: Pedoman Tripartit untuk Menangani Penyakit Zoonotik di Berbagai Negara
    2023
    Penyakit zoonotik, misalnya flu burung (avian influenza), menimbulkan ancaman risiko kesehatan terhadap hewan dan manusia. Kegiatan identifikasi, penilaian, pengelolaan, dan pengurangan risiko penyakit zoonotik di suatu negara bergantung pada koordinasi dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab atas berbagai aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Alat Operasional Penilaian Risiko Bersama (JRA OT) adalah bagian dari Panduan Tripartit Zoonosis. Alat bantu operasional (OT) ini ditujukan untuk staf di kementerian nasional yang bertanggung jawab atas kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan serta lembaga pemerintah terkait lainnya (selanjutnya secara kolektif disebut sebagai “Kementerian") yang bertugas menanggulangi dan mengendalikan penyakit zoonotik khususnya ahli epidemiologi maupun petugas laboratorium, staf pengelola risiko, dan pelaksana komunikasi. Alat bantu ini menyajikan prinsip-prinsip JRA dan perannya dalam mendukung penyusunan kebijakan. Tujuannya adalah memandu persiapan proses penilaian risiko bersama secara kualitatif dan menjelaskan langkah pelaksanaan masing-masing komponen proses tersebut. Bagian Lampiran berisi format dokumen pendukung implementasi, misalnya Format Laporan JRA. Penggunaan JRA OT tidak mewajibkan adanya pengalaman penilaian risiko sebelumnya. Setiap negara dapat menerapkan dan menyesuaikan komponen OT sesuai kebutuhannya dengan melakukan adaptasi berdasarkan konteks nasional atau mekanisme yang sudah ada. Misalnya suatu negara yang sudah memiliki mekanisme tata pemerintahan dalam berbagi informasi teknis mengenai penyakit zoonotik secara internal maupun lintas-kementerian. Sebagai contoh, gugus tugas atau platform One Health yang sudah ada dapat menjadi dasar pembentukan Komite Pengarah yang dijelaskan dalam alat bantu ini. Masing-masing negara dapat menerapkan alat bantu dan proses ini dalam menangani penyakit zoonotik yang menjadi prioritas nasional maupun ancaman kesehatan lain pada antarmuka manusia-hewan-lingkungan (misalnya resistansi antimikroba).
  • Thumbnail Image
    Book (stand-alone)
    Melindungi kehidupan dan mata pencaharian
    FAO ECTAD Indonesia Laporan tahunan 2016
    2017
    Also available in:

    FAO ECTAD Indonesia telah berhasil melakukan berbagai kegiatan bersama Pemerintah Indonesia dalam Program Emerging Pandemic Threats Phase Two (EPT-2). Laporan Tahunan 2016 menyoroti pencapaian dan menginformasikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahun 2016, termasuk Manajemen Risiko untuk Avian Influenza, Penyakit Infeksi Emerging (PIE) dan Zoonosis Lainnya di Indonesia; Pengembangan Kapasitas One Health; Pengembangan Kapasitas Pengendalian HPAI di Peternakan Unggas dengan Rantai Produksi dan Kampanye Melawan Resistensi Antimikroba; serta Komunikasi dan Penjangkauan.
  • Thumbnail Image
    Book (stand-alone)
    FAO. Tatalaksana untuk perikanan yang bertanggung jawab 1995
    Tatalaksana untuk Perikanan yang Bertanggung Jawab ini adalah terjemahan dari Code of Conduct for Responsible Fisheries yang dipersiapkan oleh FAO. Meskipun sifatnya sukarela, namun semua negara baik anggota maupun bukan anggota FAO serta Badan lnternasional yang berkaitan dengan perikanan diharapkan bekerjasama di dalam pencapaian dan pelaksanaan tujuan serta prinsip yang terkandung dalam Tatalaksana ini. Pemahaman dan perhatian terhadap ketentuan yang tercantum dalam Tatalaksana ini diharapkan dapat mencegah kerusakan sumber daya ikan akibat aktivitas perikanan yang kurang bertanggungjawab. Tatalaksana ini akan memberikan kelengkapan yang diperlukan bagi upaya nasional dan internasional untuk menjamin pengusahaan yang lestari berkelanjutan menyangkut sumber daya hayati akuatik yang selaras dan serasi dengan lingkungan. Disamping itu, tata laksana ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai pcdoman untuk melaksanakan perikanan secara bertanggungjawab. Oleh sebab itu sangat diharapkan bahwa tatalaksana ini dapat disebarluaskan bagi semua pihak yang berkepentingan dalam sektor perikanan. Salah satu cara yang digunakan untuk memudahkan dalam menyebarluaskan dan memasyarakatkan Tatalaksana ini adalah dengan menterjemahkan buku ini kedalam bahasa Indonesia.

Users also downloaded

Showing related downloaded files

No results found.