Thumbnail Image

Melindungi kehidupan dan mata pencaharian

FAO ECTAD Indonesia Laporan tahunan 2016











Also available in:

Related items

Showing items related by metadata.

  • Thumbnail Image
    Book (stand-alone)
    Alat Operasional Penilaian Risiko Bersama: Alat Bantu Operasional untuk Pedoman Zoonosis Tripartit
    Penerapan Pendekatan One Health Multi-Sektor: Pedoman Tripartit untuk Menangani Penyakit Zoonotik di Berbagai Negara
    2023
    Penyakit zoonotik, misalnya flu burung (avian influenza), menimbulkan ancaman risiko kesehatan terhadap hewan dan manusia. Kegiatan identifikasi, penilaian, pengelolaan, dan pengurangan risiko penyakit zoonotik di suatu negara bergantung pada koordinasi dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab atas berbagai aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Alat Operasional Penilaian Risiko Bersama (JRA OT) adalah bagian dari Panduan Tripartit Zoonosis. Alat bantu operasional (OT) ini ditujukan untuk staf di kementerian nasional yang bertanggung jawab atas kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan serta lembaga pemerintah terkait lainnya (selanjutnya secara kolektif disebut sebagai “Kementerian") yang bertugas menanggulangi dan mengendalikan penyakit zoonotik khususnya ahli epidemiologi maupun petugas laboratorium, staf pengelola risiko, dan pelaksana komunikasi. Alat bantu ini menyajikan prinsip-prinsip JRA dan perannya dalam mendukung penyusunan kebijakan. Tujuannya adalah memandu persiapan proses penilaian risiko bersama secara kualitatif dan menjelaskan langkah pelaksanaan masing-masing komponen proses tersebut. Bagian Lampiran berisi format dokumen pendukung implementasi, misalnya Format Laporan JRA. Penggunaan JRA OT tidak mewajibkan adanya pengalaman penilaian risiko sebelumnya. Setiap negara dapat menerapkan dan menyesuaikan komponen OT sesuai kebutuhannya dengan melakukan adaptasi berdasarkan konteks nasional atau mekanisme yang sudah ada. Misalnya suatu negara yang sudah memiliki mekanisme tata pemerintahan dalam berbagi informasi teknis mengenai penyakit zoonotik secara internal maupun lintas-kementerian. Sebagai contoh, gugus tugas atau platform One Health yang sudah ada dapat menjadi dasar pembentukan Komite Pengarah yang dijelaskan dalam alat bantu ini. Masing-masing negara dapat menerapkan alat bantu dan proses ini dalam menangani penyakit zoonotik yang menjadi prioritas nasional maupun ancaman kesehatan lain pada antarmuka manusia-hewan-lingkungan (misalnya resistansi antimikroba).
  • Thumbnail Image
    Book (stand-alone)
    FAO. Kod amlan perikanan yang bertangungjawab 1995
    JawatanKuasa keatas Perikanan (COFI) di Sessi Sembilan Belas pada March 1991 telah menyeru kepada pembangunan konsep baru bagi mencapai perikanan yang mapan dan bertanggungjawab. Seterusnya, International Conference on Responsible Fishering, pada 1992 di Cancun, Mexico meminta FAO menyediakan kod amalan antarabangsa bagi menangani perkara ini.Hasil dari persidangan ini, terutamanya, Deklarasi Cancun,adalah sumbanga yang sangat penting kepada United Nations Conference on Environment and Development (UNCED),tahun 1992, terutamanya Agenda 21. Seterusnya,United Nations Conference on Straddling Fish Stocks ang Highly Migratory Fish Stocks telah diadakan, dimana FAO menyediakan sokongan teknikal yang penting. Pada mengambil kira perkara-perkara diatas serta lain-lain perkembangan yang penting di dalam dunia perikanan, Badan Pemerintah FAO mencadangkan formulasi kod amlan perikanan yang bertangungjawab global yang konsisten dengan instrumen-instrumen ini dan, di dalam keadaan yang sukarela, menetapkan prinsip-prinsip dan piawaian yang boleh digunakan bagi pmuliharaan, pengurusan dan pembangunan semua perikanan. Kod ini yang telah diterimapakai sebulat suara pada 31 Oktober 1995 oleh Persidangan FAO, menyediakan rangkakerja bagi usaha negara dan antarabangsa bagi menentukan eksploitasi sumber hidupan akuatik yang mapan serta harmoni dengan persekitaran (Lampiran 2). FAO, dengan mandat yang diberikan, adalah komited sepenuhnya untuk membantu ahli-ahli nya, terutama negara yang sedang membangun, dalam melaksanakan denga berkesan kod amalan perikanan yang bertanggungjawab dan akan melaporkan kepada komuniti Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu kemajuan yang dicapai dan tindakan selanjut yang akan di ambil. Perikanan, termasuk akuakultur, menyediakan sumber makanan yang sangat penting, pekerjaan, rekreasi, perniagaan dan ekonomi penduduk dunia; baik generasi kini maupun generasi akan datang, dan oleh itu harus dilakukan secara bertanggungjawab. Kod ini menetapkan prinsip-prinsip dan piawaian antarabangsa tingkahlaku bagi amalan yang bertanggungjawab dengan maksud untuk menentukan pemuliharaan, pengurusan dan pembangunan sumber hidupan akuatik yang berkesan, dengan mengambilkira ekosistem dan kepelbagaian biologi. Kod ini memperakui kepentingan pemakanan, ekonomi,sosial,persekitaran dan budaya perikanan, dan kepentingan semua yang berkaitan dengan sektor perikanan. Kod ini mengambil kiraciri-ciri biologi sumber dan persekitarannya dan kepentingan pengguna danlaian-lain pengguna. Negara-negara dan mereka yang terlibat didalam perikanan adalah digalakkan untuk menggunakan kod ini serta menerapkannya.
  • Thumbnail Image
    Booklet
    Laporan Tahunan FAO ECTAD 2018: Kesehatan Hewan Untuk Kesehatan Manusia 2020
    Also available in:

    Laporan Tahunan FAO Emergency Centre for Transboundary Animal Disease (ECTAD) Indonesia 2018 memaparkan resume komprehensif dan pencapaian dalam pencegahan dan pengendalian terhadap penyaki-penyakit dari hewan yang menular pada manusia (zoonosis) dan Penyakit Infeksi Baru atau Berulang (PIB). Beberapa sorotan utama adalah pengawasan rusa dalam penangkaran, galur tantang (challenge strain) untuk produksi vaksin Avian Influenza H5N1 lokal, peningkatan kesejahteraan komunitas melalui penggunaan dana desa, studi endemisitas pada bebek nomadik, survei AMR pada peternak broiler, dan sebagainya.

Users also downloaded

Showing related downloaded files

No results found.